Ada 4 jenis
distilasi, yaitu sebagai berikut:
a. Distilasi Sederhana
Pada distilasi sederhana, dasar
pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu
komponen bersifat volati Jika campuran dipanaskan maka komponen yang titik
didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Selain perbedaan titik
didih, juga perbedaan kevolatilan, yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk
menjadi gas. Distilasi ini dilakukan pada tekanan atmosfer. Aplikasi
distilasi sederhana digunakan untuk memisahkan campuran air dan alkohol.
b. Distilasi Fraksionisasi
Fungsi distilasi fraksionasi adalah
memisahkan komponen-komponen cair, dua atau
lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi
ini juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang
dari 20 °C dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah. Aplikasi dari
distilasi jenis ini digunakan pada industri minyak mentah, untuk memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah
Perbedaan distilasi fraksionasi dan
distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi. Di kolom ini terjadi
pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda
pada setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang
lebih dari plat-plat di bawahnya. Semakin ke atas, semakin tidak volatil cairannya.
» Read More...
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau
kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat
dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam
bentuk cairan. Zat yang memiliki
titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.
Metode ini termasuk sebagai unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan
menguap pada titik didihnya. Model
ideal distilasi didasarkan pada Hukum
Raoult dan Hukum Dalton.
Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu
terutama oleh tingginya permintaan akan spritus. Hypathia dari Alexandria dipercaya
telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah
yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada
sekitar abad ke-4.
» Read More...
Proses pemurnian secara kimia ini,
terdiri dari proses degumming, proses neutralisasi, dan proses bleaching.
Proses ini disebut kimia, karena proses yang dilakukan dengan penambahan bahan kimia. Dan bila mengolah minyak kelapa sawit sebagai bahan baku, hasil yang diperoleh disebut NBDPO atau
kepanjangan dari Neutralized Bleached Deodorized Palm Oil. Berikut ini
flowchart untuk pemurnian secara
fisika pada umumnya
Proses-proses yang terjadi dalam proses
ini adalah:
1. Proses Degumming
Degumming adalah proses penghilangan
gum (getah). Biasanya menggunakan asam phospat, karena asam phospat ini dapat
mengikat fosfor yang merupakan komposisi getah, kemudian mengendapkannya.
Proses ini disertai pemanasan untuk
mengoptimalkan proses degumming, biasanya pemanasan dilakukan sampai suhu
sekitar 60oC. Ada
sumber lain yang mengatakan bahwa proses ini dapat dilakukan dengan menggunakan
air saja.
Pernah dulu, sewaktu tugas akhir,
seorang rekan juga melakukan percobaan degumming minyak jarak dengan menggunakan air dengan disertai
pemanasan. Hasil yang menakjubkan gum berasal dari minyak jarak tersebut mengendap di bawah, dan berwarna
putih, dan minyak yang
dihasilkan lebih jernih. Namun, hal ini dirasa kurang efektif karena masih
adanya sedikit gum dan waktu yang dibutuhkan untuk
mengendapkan air dan gum-nya membutuhkan waktu yang agak lama.
» Read More...
Pengertian Alkohol
Alkohol adalah senyawa-senyawa dimana satu atau lebih atom
hidrogen dalam sebuah alkana digantikan oleh sebuah gugus -OH. Pada pembahasan
kali ini, kita hanya akan melihat senyawa-senyawa yang mengandung satu gugus
-OH.
Sebagai contoh:
Jenis-jenis alkohol
Alkohol dapat dibagi kedalam beberapa kelompok tergantung
pada bagaimana posisi gugus -OH dalam rantai atom-atom karbonnya. Masing-masing
kelompok alkohol ini juga memiliki beberapa perbedaan kimiawi.
Alkohol Primer
Pada alkohol primer(1°), atom karbon yang membawa gugus -OH
hanya terikat pada satu gugus alkil.
Beberapa contoh alkohol primer antara lain:
» Read More...

Pemasangan pipa dapat dilakukan pada rak pipa (pipe Rack), diatas penyangga
penyangga pipa, atau diatas dudukan pipa (sleeper). Pada pemasangan pipa diatas
tanah ini dapat pula dimasukkan pipa peralatan (equipment) yaitu yg meliputi
pipa kolom dan vesel, pipa exchanger, pipa pompa dan turbin, pipa kompressor
dan pipa utilitas. berikut akan dijelaskan Pemasangan pipa sebagai berikut :
1. Pipa Kolom dan Vesel
Pemasangan pipa pada kolom dan vesel harus ditempatkan secara radial disekitar kolom di bagian
jalur pipa, jalan orang, platform dibagian access. Untuk pipa 18″ keatas bisa
langsung dilas ke vesel, kecuali pertimbangan pemeliharaan dan akan digunakan
sambungan flange. Sambungan dalam skirt tidak boleh ditempatkan katup atau
flange. Penggunaan vent atmosferis berkatup dan bertudung harus disediakan pada
tempat lokasi titik tertinggi dari vessel atau jalur pipa diatasnya, sedangkan
drain dipasang pada tempat lokasi terendah yg akan ditentukan oleh P&ID.
» Read More...