Pengolahan Minyak Kelapa

Salam gafar.info; Artikel ini saya posting untuk memenuhi kebutuhan tugas harian sobat, terutama dalam jurusan industri. Langsung aja ya sob.

1.Pengolahan minyak kelapa secara tradisional
Pengolahan minyak kelapa cara basah (Wet process) adalah cara pengolahan minyak melalui proses santan terlebih dahulu. Santan yang diperoleh difermentasi atau dimasak, disaring, diperoleh minyak kelapa, cara ini dikenal dengan Kicthenmethod (Banzon dan Velasco,1982).  pengolahan minyak kelapa  basah di tingkat petani kapasitas olah rendah, tidak efisien dan minyak mudah tengik, karena pemasakan kurang sempurna. Minyak kelapa yang diolah secara tradisional dengan cara basah dikenal dengan nama minyak klentik. Minyak klentik umumnya berkadar air cukup tinggi yakni 0.10 - 0.11% dan kadar asam lemak bebas 0.08 - 0.09%. Apabila minyak tersebut disimpan dalam wadah plastik atau botol tembus cahaya, selama satu bulan, kadar air dan asam lemak bebas masing-masing akan meningkat menjadi 0.15 – 0.16% dan 0.12 - 0.13%. Pada penyimpanan selama dua bulan minyak menjadi tengik, ditandai kadar air 0.18 – 0.20% dan kadar asam lemak bebas 0.16 – 0.18% (Lay dan Rindengan, 1989). Untuk itu, minyak klentik yang dihasilkan dengan cara tradisional sebaiknya tidak disimpan lama atau segera dikonsumsi.



2. Pengolahan minyak kelapa cara basah (Agueous procces)
Pada tahun 1971, dikembangkan pengolahan minyak kelapa cara basah, dikenal dengan Agueous procces. Teknik pengolahannya adalah daging kelapa diparut, ditambahkan air dengan perbandingan 1 : 1, dipres dan diperoleh santan. Santan disentrifus, dan membentuk tiga lapisan yakni: krim (lapisan atas), skim (lapisan tengah) dan residu (lapisan bawah). Dengan proses lanjut, krim akan menghasilkan minyak, skim menghasilkan cocopro syrop dan residu menghasilkan cocotein. Minyak yang dihasilkan bermutu tinggi, dikategorikan minyak murni (Clear oil atau Natural oil) dan hasil ikutannya tepung kelapa dan arang (Hagenmaier, 1977). Lebih lanjut dilaporkan Hagenmaier (1972) bahwa pengolahan minyak kelapa  dengan Aqueous process akan menghasilkan beberapa jenis minyak kelapa, yakni (a) Natural oil atau Clear oil, yang ditandai dengan kadar asam lemak bebas sama dengan atau kurang dari 0.05% (dihitung sebagai asam laurat), kadar air sama atau kurang dari 0.02 – 0.08 %, bau khas dan bening, dan (b) Expelled oil, minyak yang dihasilkan dari kulit ari yang merupakan residu atau hasil samping pada pengolahan minyak murni (Natural oil). Expelled oil berkadar air 0.09 – 0.15 %, kadar asam lemak bebas 0.05% dan berwarna kuning. Pada  pengolahan minyak kelapa  dengan cara agueous procces, kedua jenis minyak Natural oil dan expelled oil ini diolah secara terpisah.

3Pengolahan minyak cara basah
Sekarang ini sedang dikembangkan cara  pengolahan minyak kelapa  dengan metode fermentasi, dengan menggunakan inokulum yang berasal dari fermentasi santan terlebih dahulu. Proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 2 hari. Pada proses pengolahan minyak dengan cara fermentasi akan meningkatkan rendemen hasil minyak dibanding dengan proses fermentasi tanpa menggunakan inokulum atau yang lazim pada pengolahan minyak klentik. Selain itu pada proses pemasakan minyak membutuhkan energi panas relatif sedikit dibanding dengan  pengolahan minyak kelapa  cara basah. Pada penelitian ini tidak dilaporkan mutu minyak kelapa yang dihasilkan.

Lanjut ke artikel selanjutnya ya....
Atau ke artikel sebelumnya.

0 comments:

Post a Comment

Kategori

Ads 468x60px

Gafar.info di Facebook

Powered by Blogger.

Pengunjung ke

SELAMAT DATANG

Selamat menikmati artikel kami dan Jangan lupa tinggalkan jempol juga komentarnya