Pemasangan pipa dapat dilakukan pada rak pipa (pipe Rack), diatas penyangga penyangga pipa, atau diatas dudukan pipa (sleeper). Pada pemasangan pipa diatas tanah ini dapat pula dimasukkan pipa peralatan (equipment) yaitu yg meliputi pipa kolom dan vesel, pipa exchanger, pipa pompa dan turbin, pipa kompressor dan pipa utilitas. berikut akan dijelaskan Pemasangan pipa sebagai berikut :
1. Pipa Kolom dan Vesel
Pemasangan pipa pada kolom dan vesel harus ditempatkan secara radial disekitar kolom di bagian
jalur pipa, jalan orang, platform dibagian access. Untuk pipa 18″ keatas bisa
langsung dilas ke vesel, kecuali pertimbangan pemeliharaan dan akan digunakan
sambungan flange. Sambungan dalam skirt tidak boleh ditempatkan katup atau
flange. Penggunaan vent atmosferis berkatup dan bertudung harus disediakan pada
tempat lokasi titik tertinggi dari vessel atau jalur pipa diatasnya, sedangkan
drain dipasang pada tempat lokasi terendah yg akan ditentukan oleh P&ID.
2. Pipa Exchanger
Pemasangan pipa pada
exhcanger tidak boleh dipasang diatas daerah-daerah kanal, tutup shell dan
fasilitas fasilitas lain yg telah terpasang pada exchanger atau handling yg
suka digunakan. Ruang-ruang bebas untuk pemasangan flange exchanger harus
disediakan. Spool dipasang diluar nozzle kapal guna memungkinkan pemindahan
bundel pipa exchanger.
3. Pipa Pompa Dan Turbin
Pipa suction atau pipa yg
mengalirkan aliran disebut juga pipa hisap harus diatur sedemikian rupa guna
mencegah penurunan tekanan dan kantung uap yg dapat pula menimbulkan kavitasi
pada impeler. Apabila perubahan ukuran diperlukan untuk mempercepat atau
memperlambat aliran, maka reduser eksentris harus dipakai bilaman kantung tanpa
vent tak dapat dihindari. Pemasangan pipa pada pompa dan turbin harus diatur
sedemikian rupa, sehingga mudah untuk perawatan dan perbaikan. Hal ini penting
untuk mencegah pembongkaran besar yg tak perlu pada pemeliharaan dan perbaikan
pipa. Saringan permanen dan sementara harus disediakan pada inlet pompa dan
turbin. Sedangkan untuk aliran panas dan dingin harus diperhatikan
fleksibilitasnya, begitu pula kedudukan-kedudukan penyangga haruslah baik dan
dapat mengatasi getaran-getaran yg diakibatkan motor pipa serta aliran.
4. Pipa Kompresor
Pemasangan pipa pada
kompresor harus diatur perbaikan dan pemeliharaannya. Sambungan pipa dengan
menggunakan flanges lebih diutamakan demi memperlancar jalannya perbaikan dan
pemeliharaan. Pipa hisap (suction) dan buang (discharge) harus benar-benar
diperhatikan fleksibilitasnya, terutama untuk temperatur rendah atau tinggi
atau tekanan tinggi. Masalah getaran termasuk bagian terpenting pada pipa
kompresor ini, akibat adanya beban dinamis yg berhubungan dengan kompresor ini.
Karena itu masalah penyangga, guide dan anchor juga harus menjadi
perhatianbagian perencana teknik.
5. Pipa Utilitas
Pemasangan pipa utilitas
ini harus benar-benar direncanakan sehingga kebutuhan utilitas di proyek dapat
terjangkau penggunaanya. Pipa utilitas seperti apa yg lain haruslah
direncanakan beroperasi pada temperatur dan tekanan berapa. Perencanaan sub
header haruslah dapat memenuhi daerah equipment proses atau kelompok peralatan
lainnya yg memerlukan jalur utilitas. Sambungan cabang haruslah dibuat dari
atas header. Apabila aliran utilitas berupa uap jangan lupa membuat kantung
kantung uap pada setiap daerah titik terendah dimana aliran akan mendaki dan
diperhitungkan tidak boleh lebih dari 40% tekanannya dalam jarak yg dihitung
dalam feet.
0 comments:
Post a Comment