Ekstraksi
adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap
dua cairan tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut organik.
Proses ekstraksi dapat
berlangsung pada:
- Ekstraksi parfum, untuk mendapatkan komponen dari bahan yang wangi.
- Ekstraksi cair-cair atau dikenal juga dengan nama ekstraksi solven. Ekstraksi jenis ini merupakan proses yang umum digunakan dalam skala laboratorium maupun skala industri.
- Leaching, adalah proses pemisahan kimia yang bertujuan untuk memisahkan suatu senyawa kimia dari matriks padatan ke dalam cairan.
Salah satu proses yang paling
mendasar dari industri parfum adalah ekstraksi minyak-lemak. Contohnya dalam
ekstraksi minyak atsiri dari biji pala (Myristica fragrans).
Pertama-tama yang dilakukan adalah mengambil kandungan minyak-lemak dari
bijinya, baru kemudian dilakukan pemurnian untuk mendapatkan minyak esensial
atsirinya saja.
Ekstraksi adalah suatu proses
pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan bantuan pelarut. Pelarut yang
digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan
material lainnya.
Ekstraksi padat cair atau
leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert ke dalam
pelarutnya. Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik karena komponen
terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa mengalami perubahan
kimiawi. Ekstraksi dari bahan padat dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan
dapat larut dalam solven pengekstraksi. Ekstraksi berkelanjutan diperlukan
apabila padatan hanya sedikit larut dalam pelarut. Namun sering juga digunakan
pada padatan yang larut karena efektivitasnya. [Lucas, Howard J, David
Pressman. Principles and Practice In Organic Chemistry]
Faktor-faktor yang mempengaruhi
laju ekstraksi adalah:
- Tipe persiapan sampel
- Waktu ekstraksi
- Kuantitas pelarut
- Suhu pelarut
- Tipe pelarut
Minyak dapat diekstraksi dengan
perkolasi, imersi, dan gabungan perkolasi-imersi. Dengan metode perkolasi,
pelarut jatuh membasahi bahan tanpa merendam dan berkontak dengan seluruh spasi
diantara partikel. Sementara imersi terjadi saat bahan benar-benar terendam
oleh pelarut yang bersirkulasi di dalam ekstraktor. Sehingga dapat disimpulkan:
- Dalam proses perkolasi, laju di saat pelarut berkontak dengan permukaan bahan selalu tinggi dan pelarut mengalir dengan cepat membasahi bahan karena pengaruh gravitasi.
- Dalam proses imersi, bahan berkontak dengan pelarut secara periodeik sampai bahan benar-banar terendam oleh pelarut. Oleh karena itu pelarut mengalir perlahan pada permukaan bahan, bahkan saat sirkulasinya cepat.
- Untuk perkolasi yang baik, partikel bahan harus sama besar untuk mempermudah pelarut bergerak melalui bahan.
- Dalam kedua prosedur, pelarut disirkulasikan secara counter-current terhadap bahan. Sehingga bahan dengan kandungan minyak paling sedikit harus berkontak dengan pelarut yang kosentrasinya paling rendah.
Metode perkolasi biasa digunakan
untuk mengekstraksi bahan yang kandungan minyaknya lebih mudah terekstraksi.
Sementara metode imersi lebih cocok digunakan untuk mengekstraksi minyak yang
berdifusi lambat.
Ekstraksi bahan makanan biasa
dilakukan untuk mengambil senyawa pembentuk rasa bahan tersebut. Misalnya
senyawa yang menimbulkan bau dan/atau rasa tertentu.
Ekstraksi
Soxhlet
Prinsip kerja ekstraktor Butt
mirip dengan ekstraktor Soxhlet. Namun pada ekstraktor Butt, uap pelarut naik
ke kondensor melalui annulus di antara selongsong dan dinding dalam tabung
Butt. Kemudian pelarut masuk ke dalam selongsong langsung lalu keluar dan masuk
kembali ke dalam labu didih tanpa efek sifon. Hal ini menyebabkan ekstraksi
Butt berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan (rapid). Selain itu ekstraksinya
juga lebih merata. Ekstraktor Butt dinilai lebih efektif daripada ekstraktor
Soxhlet. Hal ini didasari oleh faktor berikut:
- Pada ekstraktor Soxhlet cairan akan menggejorok ke dalam labu setelah tinggi pelarut dalam selongsong sama dengan pipa sifon. Hal ini menyebabkan ada bagian sampel yang berkontak lebih lama dengan cairan daripada bagian lainnya. Sehingga sampel yang berada di bawah akan terekstraksi lebih banyak daripada bagian atas. Akibatnya ekstraksi menjadi tidak merata. Sementara pada ekstraktor Butt, pelarut langsung keluar menuju labu didih. Sampel berkontak dengan pelarut dalam waktu yang sama.
- Pada ekstraktor Soxhlet terdapat pipa sifon yang berkontak langsung dengan udara ruangan. Maka akan terjadi perpindahan panas dari pelarut panas di dalam pipa ke ruangan. Akibatnya suhu di dalam Soxhlet tidak merata. Sedangkan pada ekstraktor Butt, pelarut seluruhnya dilindungi oleh jaket uap yang mencegah perpindahan panas pelarut ke udara dalam ruangan.

0 comments:
Post a Comment