Komunikasi
antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang
memiliki kebudayaan
yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua
perbedaan ini. Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh
sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi (Tubbs, Moss:1996).
Tema
pokok yang sangat membedakan studi KAB dari studi komunikasi lainnya ialah
derajat perbedaan, latarbelakang, pengalaman yang relatif besar antara para
komunikator, yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan kebudayaan. Sebagai
asumsi dasar adalah bahwa di antara individu-individu dengan kebudayaan yang
sama umumnya terdapat kesamaan (homogenitas) yang lebih besar dalam hal latar
belakang pengalaman secara keseluruhan dibandingkan dengan mereka yang berasal
dari kebudayaan berlainan.
Perbedaan-perbedaan
kebudayaan antara para pelaku komunikasi ini serta perbedaan lainnya, spserti
kepribadian individu, umur, penampilan fisik, menjadi permasalahan inheren
dalam proses komunikasi manusia. Dengan sifatnya yang demikian, KAB
dianggap sebagai perluasan dari bidang-bidang studi komunikasi manusia, seperti
komunikasi antarpribadi, komunikasi organisasi dan komunikasi massa . Dalam perkembangannya teori KAB telah
menghasilkan sejumlah defenisi, diantaranya adalah
1. khalayak
yang memiliki kebudayaan lain. (Sitaram, 1970)
2. Komunikasi
bersifat budaya apabila terjadi diantara orang-orang yang berbeda kebudayaan.
(Rich, 1974)
3. Komunikasi
antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi dalam suatu kondisi yang menunjukan
adanya perbedaan budaya seperti bahasa, nilai-nilai, adat, kebiasaan. (Stewart,
1974)
4. Komunikasi
antarbudaya menunjuk pada suatu fenomena komunikasi di mana para pesertanya
memiliki latar belakang budaya yang berbeda terlibat dalam suatu kontak antara
satu dengan lainnya, baik secara langsung atau tidak langsung. (Young Yung Kim,
1984)
0 comments:
Post a Comment